Apa Tujuan Hidup ini...?

Dalam sebuah diskusi ringan terlontar pembahasan mengenahi tujuan manusia dalam hidup ini. Dalam pembicaraan dengan seorang Bapak yang berusia sekitar lima puluh tahunan, timbul pertanyaan sederhana. Jam berapah Bapak berangkat kerja? Sekitar jam setengah tujuh pagi, jawabnya Jam berapa Bapak pulang? Jam lima sore. Lalu Bapak digaji berepa oleh perusahaan? Sepuluh juta per bulan, gaji sebagai manager. Untuk apakah gaji yang Bapak terima? Ya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, makan, minum, pakaian, rumah, transportasi dan menabung. Sebenarnya untuk apa memenuhi kebutuhan keluarga seperti makan dan minum tadi? Ya agar bisa bertahan hidup dan tentunya kesehatan terjamin. Setelah Bapak sehat dan hidup terjamin untuk apa? Agar bisa pergi ke kantor dan dapat gaji sepuluh juta. Untuk apa? Untuk bisa makan. Untuk apa? Untuk tetap hidup…. Dan akhirnya tidak terasa hidup telah mencapai usia limapuluh tahun. Usia senja telah menyapa. Suatu kehidupan yang tidak mempunyai arti apa-apa. Hidup hanya sekedar mencari makan untuk mempertahankan hidup agar tidak mati. Dengan kesimpulan bahwa selama puluhan tahun hidup ternyata “HIDUP UNTUK MAKAN” dan “MAKAN UNTUK HIDUP” kemudian selesai dan MATI. Lalu apa bedanya dengan semut-semut yang bekerja untuk mencari makan. Keluar pagi-pagi dan kemudian pulang diwaktu sore. Hanya untuk inikah kita hidup? Waktu kita habis untuk bekerja agar bisa makan untuk mempertahankan hidup. Kita telah terlene dengan kegiatan hidup yang dijalani berpuluh-puluh tahun. Hidup hanya untuk mencari makan dan kemudian makan untuk hidup. Apa yang diperoleh dari semua itu hanyalah fatamurgana dan utopia(mimpi). Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan(menjadikan tujuan) selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah,…. QS 2:165 Barang siapa mencintai sesuatu maka sesungguhnya di telah menjadi hamb(terikat) sesatu tersebut. Tujuan hidup untuk mencapai kebahagiaan hati jadi terlupakan, tergilas oleh waktu dan kesibukan mencari materi. Sesungguhnya tidak ada kebahagiaan materi yang datang tanpa sebab. Kita bahagia saat mendapatkan sesuatu materi yang kita inginkan. Kita bahagia saat mendapatkan mobel mewah yang kita impikan maka sesungguhnya bersiap-siaplah kecewa dengan masalah yang ditimbulkannya. Jika kita bahagia mendapatkan wanita yang cantik maka bersiap-siaplah pula untuk persoalan yang ditimbulkannya. Ketika timbul masalah, maka kebahagiaan yang dirasa menjadi terhapus dan berubah menjadi kekecewaan. Ternyata kebahagian materi itu hanyalah sementara dan semu. Sesungguhnya kebahagiaan sejati adalah kebahagian yang terlepas dari semua materi tersebut. Suatu kebahagiaan hadir tanpa sebab hadirnya materi, baik ada maupun tidak ada materi hati tetap bahagia. Yang ada hanyalah sebuah ketentraman hati pada saat kita berada dekat dengan Allah Tuhan Semesta Alam. Yaitu dengan menjadikan hidup ini hanya untuk beribadah kepada Allah. Hidup jadi lapang, tidak ada rasa takut dan khawatir. Jiwa menjadi MERDEKA yang sesungguhnya. Sesungguhnya tidak aku ciptakan Jin dan Manusia sesungguhnya hanya untuk beribadah kepada-Ku, QS 51: 56 Semoga hidup yang kita jalani lebih berarti dan mendapatkan kebahagiaan sejati. Amiin,..amiin,..amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar