“Perubahan adalah bukti adanya kehidupan” (Rhenald Kasali)
Perubahan adalah hal yang selalu kita temui dan alami dalam kehidupan kita. Tidak ada manusia yang dapat menghentikan adanya perubahan. Perubahan adalah bukti adanya kehidupan. Banyak sekali pendapat mengenai perubahan. Ada yang menyebutkan bahwa perubahan adalah suatu bentuk ketidakkonsistenan terhadap apa yang telah direncanakan terutama bila dilakukan oleh manajemen, atau ada juga pendapat yang mengatakan bahwa perubahan adalah suatu bentuk ketidakmampuan memprediksi apa yang terjadi, namun ada juga yang mengatakan bahwa perubahan itu adalah suatu bentuk fleksibility. Dalam kenyataannya, perubahan tidaklah selalu berjalan lancar, selalu saja terdapat hambatan dan rintangan, baik dari lingkungan internal maupun ekternal organisasi. Dari semua factor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya terwujud perubahan, factor manusia adalah yang paling penting dan berpengaruh. Manusia di dalam organisasi dapat menentukan apakah suatu perubahan itu dapat berjalan dengan baik atau tidak karena manusia adalah aktor dari perubahan. Berikut adalah tipe-tipe manusia di dalam organisasi yang dapat menghambat terwujudnya perubahan di suatu organisasi.
1. TIPE KRITIKUS
Tipe yang pertama ini adalah tipe manusia yang selau mengkritik setiap hal yang diamatinya jika tidak sesuai dengan pemikirannya. Tipe manusia seperti ini selalu merasa bahwa pemikirannya adalah yang paling benar. Sepintas manusia tipe ini terlihat seperti manusia yang sempurna dan selalu menghendaki kesempurnaan, namun jika diamati lebih lanjut, terlihat sebagai manusia yang sok tau, sok sempurna, tidak ada hal yang benar dan sempurna selain yang sesuai dengan pemikirannya. Tipe manusia seperti ini selalu melihat kelemahan atau kekurangan dari sesuatu hal. Perubahan dapat terhambat dengan adanya tipe manusai seperti ini.
2. TIPE SAFETY PLAYER
Tipe manusia safety player adalah tipe manusia yang selalu “bermain aman” atau “cari aman”, dalam arti bahwa manusia tipe ini adalah manusia yang tidak mau mengambil resiko, tidak mau merasakan goncangan-goncangan. Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang akan mengganggu kestabilan. Perubahan dianggap sebagai suatu hal yang mengandung banyak resiko. Kondisi yang stabil adalah idaman dan pilihan manusia tipe ini. Manusia seperti ini sering menggunakan prinsip “biasanya”, mereka hanya focus dan berani menjalankan apa yang telah biasa mereka jalankan, kalaupun harus mengambil langkah yang beresiko, mereka akan mengambil langkah dengan resiko yang pernah mereka ambil sehingga lebih mudah diatasi. Tipe manusia seperti ini biasanya adalah karyawan yang telah bekerja cukup lama atau telah menduduki suatu posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama di suatu organisasi. Perubahan akan terhambat dengan adanya manusia tipe ini.
3. TIPE NATO (NO ACTION TALK ONLY)
Manusia dengan tipe NATO (No Action Talk only). Manusia seperti ini sepintas seperti orang yang sangat brilian, banyak ide, idealis, namun jika diamati lebi jauh ternyata segala hal yang diucapkan dan semua ide-idenya hanyalah sebatas diucapkan dimulut tanpa ada implementasi secara nyata. Tipe manusia seperti ini dapat mengecoh manajemen, terlihat seperi manusia yang dapat diandalkan dengan ide-ide cemerlangnya tetapi ternyata tidak ada pelaksanaan sama sekali khususnya dirinya sendiri juga tidak pernah melaksanakan apa yang diucapkanya.Tidak pernah akan terjadi perubahan dengan adanya manusia seperti ini
4. TIPE PENCARI KAMBING HITAM
Manusia seperti ini agak berbahaya karena selalu mencari “siapa yang salah”. Tipe manusia ini dapat menimbulkan perpecahan di lingkungan organisasi. Tidak akan ada masalah yang selesai jika komponen organisasi terdiri dari manusia dengan tipe seperti ini. Mereka hanya focus mencari pihak yang bersalah bukan pada penyelesaian masalah. Perubahan juga akan terhambat dengan adanya manusia seperti ini.
5. TIPE OPORTUNIS
Manusia oportuinis adalah manusia yang hanya mengambil hal-hal yang dapat menguntungkan dirinya atau kelompoknya. Manusia ini tidak akan merespon positif hal-hal yang tidak akan menguntungkannya atau kelompoknya apalagi hal-hal yang merugikan dan mengganggu kenyamanannya. Perubahan tidak akan berjalan dengan baik dengan keberadaan manusia seperti ini.
6. TIPE ANTIPERUBAHAN
Tipe manusia yang terakhir ini adalah tipe manusia yang pasti akan menghambat perubahan. Mereka selalu akan mencegah terjadinya perubahan. Tipe manusia seperti ini biasanya terdiri atas orang-orang yang telah sangat lama bekerja di suatu perusahaan dan menduduki suatu posisi tertentu dalam waktu yang sangat lama (long life employee). Mereka sangat ahli di bidangnya sehingga merasa telah mengetahui segala hal yang menyangkut bidangnya dan perusahaan. Tipe manusia seperti ini biasanya memiliki pemikiran yang tertutup. Mereka tidak terbuka terhadap hal-hal baru, bahkan berpikiran negatif terhadap hal-hal baru. Segala hal yang telah mereka jalankan dalam melakukan pekerjaan selama ini dianggap sebagai suatu hal yang paling baik dan benar. Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang tidak diperlukan, pengalaman yang telah dijalani adalah segalanya.
Dari 6 tipe manusia di atas, termasuk tipe yang manakah Anda?Jika Anda masih termasuk ke dalam salah satu atau lebih dari tipe-tipe manusia penghambat perubahan di atas, sekarang waktunya Anda harus MENGUBAH DIRI menjadi manusia yang mendukung perubahan. Dengan Anda mampu mengubah diri untuk tidak menjadi manusia yang menghambat terwujudnya perubahan, maka secara tidak langsung Anda telah mendukung terwujudnya perubahan. SEMOGA….
Perubahan adalah hal yang selalu kita temui dan alami dalam kehidupan kita. Tidak ada manusia yang dapat menghentikan adanya perubahan. Perubahan adalah bukti adanya kehidupan. Banyak sekali pendapat mengenai perubahan. Ada yang menyebutkan bahwa perubahan adalah suatu bentuk ketidakkonsistenan terhadap apa yang telah direncanakan terutama bila dilakukan oleh manajemen, atau ada juga pendapat yang mengatakan bahwa perubahan adalah suatu bentuk ketidakmampuan memprediksi apa yang terjadi, namun ada juga yang mengatakan bahwa perubahan itu adalah suatu bentuk fleksibility. Dalam kenyataannya, perubahan tidaklah selalu berjalan lancar, selalu saja terdapat hambatan dan rintangan, baik dari lingkungan internal maupun ekternal organisasi. Dari semua factor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya terwujud perubahan, factor manusia adalah yang paling penting dan berpengaruh. Manusia di dalam organisasi dapat menentukan apakah suatu perubahan itu dapat berjalan dengan baik atau tidak karena manusia adalah aktor dari perubahan. Berikut adalah tipe-tipe manusia di dalam organisasi yang dapat menghambat terwujudnya perubahan di suatu organisasi.
1. TIPE KRITIKUS
Tipe yang pertama ini adalah tipe manusia yang selau mengkritik setiap hal yang diamatinya jika tidak sesuai dengan pemikirannya. Tipe manusia seperti ini selalu merasa bahwa pemikirannya adalah yang paling benar. Sepintas manusia tipe ini terlihat seperti manusia yang sempurna dan selalu menghendaki kesempurnaan, namun jika diamati lebih lanjut, terlihat sebagai manusia yang sok tau, sok sempurna, tidak ada hal yang benar dan sempurna selain yang sesuai dengan pemikirannya. Tipe manusia seperti ini selalu melihat kelemahan atau kekurangan dari sesuatu hal. Perubahan dapat terhambat dengan adanya tipe manusai seperti ini.
2. TIPE SAFETY PLAYER
Tipe manusia safety player adalah tipe manusia yang selalu “bermain aman” atau “cari aman”, dalam arti bahwa manusia tipe ini adalah manusia yang tidak mau mengambil resiko, tidak mau merasakan goncangan-goncangan. Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang akan mengganggu kestabilan. Perubahan dianggap sebagai suatu hal yang mengandung banyak resiko. Kondisi yang stabil adalah idaman dan pilihan manusia tipe ini. Manusia seperti ini sering menggunakan prinsip “biasanya”, mereka hanya focus dan berani menjalankan apa yang telah biasa mereka jalankan, kalaupun harus mengambil langkah yang beresiko, mereka akan mengambil langkah dengan resiko yang pernah mereka ambil sehingga lebih mudah diatasi. Tipe manusia seperti ini biasanya adalah karyawan yang telah bekerja cukup lama atau telah menduduki suatu posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama di suatu organisasi. Perubahan akan terhambat dengan adanya manusia tipe ini.
3. TIPE NATO (NO ACTION TALK ONLY)
Manusia dengan tipe NATO (No Action Talk only). Manusia seperti ini sepintas seperti orang yang sangat brilian, banyak ide, idealis, namun jika diamati lebi jauh ternyata segala hal yang diucapkan dan semua ide-idenya hanyalah sebatas diucapkan dimulut tanpa ada implementasi secara nyata. Tipe manusia seperti ini dapat mengecoh manajemen, terlihat seperi manusia yang dapat diandalkan dengan ide-ide cemerlangnya tetapi ternyata tidak ada pelaksanaan sama sekali khususnya dirinya sendiri juga tidak pernah melaksanakan apa yang diucapkanya.Tidak pernah akan terjadi perubahan dengan adanya manusia seperti ini
4. TIPE PENCARI KAMBING HITAM
Manusia seperti ini agak berbahaya karena selalu mencari “siapa yang salah”. Tipe manusia ini dapat menimbulkan perpecahan di lingkungan organisasi. Tidak akan ada masalah yang selesai jika komponen organisasi terdiri dari manusia dengan tipe seperti ini. Mereka hanya focus mencari pihak yang bersalah bukan pada penyelesaian masalah. Perubahan juga akan terhambat dengan adanya manusia seperti ini.
5. TIPE OPORTUNIS
Manusia oportuinis adalah manusia yang hanya mengambil hal-hal yang dapat menguntungkan dirinya atau kelompoknya. Manusia ini tidak akan merespon positif hal-hal yang tidak akan menguntungkannya atau kelompoknya apalagi hal-hal yang merugikan dan mengganggu kenyamanannya. Perubahan tidak akan berjalan dengan baik dengan keberadaan manusia seperti ini.
6. TIPE ANTIPERUBAHAN
Tipe manusia yang terakhir ini adalah tipe manusia yang pasti akan menghambat perubahan. Mereka selalu akan mencegah terjadinya perubahan. Tipe manusia seperti ini biasanya terdiri atas orang-orang yang telah sangat lama bekerja di suatu perusahaan dan menduduki suatu posisi tertentu dalam waktu yang sangat lama (long life employee). Mereka sangat ahli di bidangnya sehingga merasa telah mengetahui segala hal yang menyangkut bidangnya dan perusahaan. Tipe manusia seperti ini biasanya memiliki pemikiran yang tertutup. Mereka tidak terbuka terhadap hal-hal baru, bahkan berpikiran negatif terhadap hal-hal baru. Segala hal yang telah mereka jalankan dalam melakukan pekerjaan selama ini dianggap sebagai suatu hal yang paling baik dan benar. Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang tidak diperlukan, pengalaman yang telah dijalani adalah segalanya.
Dari 6 tipe manusia di atas, termasuk tipe yang manakah Anda?Jika Anda masih termasuk ke dalam salah satu atau lebih dari tipe-tipe manusia penghambat perubahan di atas, sekarang waktunya Anda harus MENGUBAH DIRI menjadi manusia yang mendukung perubahan. Dengan Anda mampu mengubah diri untuk tidak menjadi manusia yang menghambat terwujudnya perubahan, maka secara tidak langsung Anda telah mendukung terwujudnya perubahan. SEMOGA….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar